<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4569063983806787017</id><updated>2012-02-05T21:50:20.844+07:00</updated><title type='text'>adrian r. nugraha</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.adrianrnugraha.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adrianrnugraha.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Adrian R. Nugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00903878547457310240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/SeKxt9MufWI/AAAAAAAAAB0/RQLza6MCrOY/S220/260320091640-ok.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4569063983806787017.post-3547347544181210095</id><published>2012-01-31T04:10:00.000+07:00</published><updated>2012-01-31T04:10:22.101+07:00</updated><title type='text'>Belajar Hikmah Kekurangan dari Adams Helen Keller</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qMx_2At0Iok/TycHHxzXbxI/AAAAAAAAAOk/EuAsoHOJa50/s1600/adams-helen-keller-copy.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="157" src="http://4.bp.blogspot.com/-qMx_2At0Iok/TycHHxzXbxI/AAAAAAAAAOk/EuAsoHOJa50/s200/adams-helen-keller-copy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adams Helen Keller adalah penyandang cacat ganda, yakni cacat netra, bisu dan tuli. Helen Keller, demikian sapaan akrabnya di tengah kecacatan fisiknya, namun dikenal sebagai pribadi yang sangat berguna bagi Tuhan dan sesama. Dia seorang guru dan Penulis terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adams Helen Keller dilahirkan pada tanggal 20 Juni 1880 di Tuscumbia, yakni sebuah kota kecil di Alabama bagian Tenggara Amerika Serikat. Sampai usia satu setengah tahun, (18 bulan) Helen Keller berada dalam keadaan sehat. Tetapi suatu saat menderita sakit keras, sehingga mengakibatkan tidak bisa mendengar dan melihat lagi. Pendengaran dan penglihatannya sama sekali tidak berfungsi seperti sediakala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini, banyak orang yang tidak peduli dengannya, sebab pada zaman itu menurut pandangan masyarakat, tidak ada yang dapat diharapkan dari orang seperti dia. Dia seorang yang disingkirkan, karena dianggap tidak berguna. Ternyata, keajaiban Tuhan senantiasa menyertai orang yang mengharapkanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 2 Maret 1887, Nona Anne Mansfield Sullivan tiba di Tuscumbia, daerah tempat Helen Keller dilahirkan. Kehadiran Nona Sullivan ini, membawa berkat dan catatan baru dalam lembaran sejarah kehidupan Helen Keller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nona ini, ternyata bersedia menjadi sukarelawati yang mendidik Helen Keller. Nona Sullivan melihat potensi yang sangat besar di dalam diri Keller. Karena potensi yang sangat besar itulah, maka nona Sullivan sangat bersemangat untuk melakukan sesuatu yang memungkinkan anak didiknya tersebut maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut gurunya, ada hal yang menarik di dalam diri Helen Keller yaitu dia seorang pribadi yang tidak pernah pasrah dengan keadaan fisiknya yang cacat. Tidak pernah menyalahkan dan menganggap Tuhan berlaku tidak adil terhadap hidupnya. Dia punya semangat belajar yang sangat tinggi, disertai rasa ingin tahu yang amat dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menakjubkan, ternyata Helen Keller sangat cerdas, sehingga nona Sullivan menamainya “individu mungil yang luar biasa atau sering juga disebutnya sebagai keajaiban mental fenomenon intelektual”. Dengan sabar, tekun dan bersemangat nona Sullivan mengajar dan mendidik Helen Keller untuk membaca, menulis dan berkomunikasi dengan suatu tanda bahasa. Dia menggunakan “ejaan tangan”, atau sekarang dikenal dengan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan Helen Keller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapakah nona Sullivan melakukan semuanya ini? Apakah yang mendorongnya melakukan tindakan yang mulia itu? Ternyata nona Sullivan juga pernah mengalami cacat netra ketika masih kecil. Tetapi setelah melewati jangka waktu tertentu, nona Sullivan pulih dari cacatnya itu. Ada orang yang berpendapat nona Sullivan melakukan kebaikan itu, sebagai rasa syukurnya kepada Tuhan yang telah menolong dan memulihkan cacat netranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhir abad XVIII, banyak orang memandang sinis orang-orang yang cacat netra, bisu dan tuli sebagai pribadi yang dipastikan tidak mungkin berprestasi. Banyak orang memandang bahwa orang yang cacat seperti Helen Keller sama dengan orang bebal atau idiot. Benarkah padangan itu? Nona Sullivan membuktikan bahwa tidak sepenuhnya pendapat demikian benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Sebab setelah mengajar beberapa Minggu Helen Keller ternyata seorang wanita yang sangat pintar, sangat hebat pengetahuannya dan tidak kalah dengan orang-orang normal yang berada di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, setelah sekian lama belajar dengan serius, dia mendaftar di perguruan tinggi dan diterima. Walaupun pada mulanya, banyak orang memandangnya rendah. Namun berkat keseriusan dan keuletannya belajar menyebabkan Helen Keler lulus menjadi Sarjana Bahasa dengan predikat kelulusan “Cum Laude”, yang artinya dengan pujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah seorang yang cacat mampu menunjukkan prestasi yang terpuji serta mengalahkan banyak mahasiswa/i lain yang kondisi tubuhnya normal. Prestasi demi prestasi diukirnya. Helen Keller yang buta, bisu dan tuli itu pernah belajar berbicara dengan caranya sendiri dan fakta membuktikan dia berhasil. Tidak hanya itu, dia juga pernah mengambil bagian dalam permainan sandiwara dan film. Dalam dunia pendidikan dia juga diperhitungkan sebagai tokoh yang disegani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Sebab Helen Keller pernah menjadi dosen di beberapa Perguruan Tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegiatan kemasyarakatan, Helen Keller juga dikenal sebagai tokoh yang sangat aktif memberi sumbangan pemikiran, aktif memperjuangkan kaum cacat netra. Karya-karyanya di bidang sastra sangat bermutu bahkan telah diterbitkan dalam tiga bahasa, yakni bahasa Inggeris, Perancis dan Jerman. Dia juga menerbitkan Majalah dalam huruf Braille, dan Majalah tersebut diterbitkan dalam ketiga bahasa tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helen Keller, pernah menduduki jabatan sebagai ketua “The American Foundation for the Blind”, yakni sebuah lembaga Amerika yang dikhususkan untuk orang-orang buta. Hal ini, semakin menambah kesibukannya serta menambah beban pelayanan yang ekstra. Banyak orang yang datang kepadanya, baik melalui surat ataupun datang sendiri di rumah/kantornya. Kebanyakan mereka datang untuk memohon bantuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kesaksian dari banyak orang yang pernah bertemu dengannya, setiap orang yang datang memohon bantuan tidak pernah ditolaknya. Ia sangat mudah jatuh hati memberi pertolongan kepada sesama yang sungguh-sungguh sangat membutuhkan. Jiwa sosialnya sangat besar. Asal saja orang lain bahagia dalam hidupnya, telah menjadi motivator yang kuat sehingga mendorongnya bertindak dan melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helen Keller sekarang telah menjadi seorang yang terkenal dan kaya, lalu apakah uang yang dia terima dihambur-hamburkan demi kesenangannya? Ternyata tidak! Walaupun melalui tangannya mengalir banyak uang, dia tetap memilih hidup sederhana. Sederhana dalam berbusana, sederhana dalam berbicara, juga sederhana dalam berhias diri dan melayani tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsuf yang bernama William James, pernah memberikan komentar tentang Adams Helen Keller, dia berkata :”hal-hal yang tampaknya tidak mungkin yang pernah dikerjakan dan dikatakan Helen Keller bukanlah apa-apa, melainkan suatu kenyataan; dan sesungguhnya Helen Keller adalah anugerah Tuhan dan akan membantah siapapun yang mengatakan bahwa Helen Keller bukan anugerah Tuhan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa, kemampuan yang Tuhan anugerahkan kepadanya, walaupun cacat tetapi telah membawa berkat bagi sesama demi kemuliaan nama Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyandang cacat yang telah menguasai lima bahasa ini, telah mampu mengilhami film “The Unconquered (Tak Terkalahkan, 1956), The Miracle Worker (Pekerja Ajaib, 1952, dan Miss Sullivan’s the Acclaimed Broadway Play/drama broadway karangan nona Sullivan, 1959.)”. Adams Helen Keller juga meninggalkan karya-karya besarnya misalnya: “The Story Of My Life, 1903″ (Riwayat Hidupku) dan My Later Life, 1930 (Kehidupanku Selanjutnya).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4569063983806787017-3547347544181210095?l=www.adrianrnugraha.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adrianrnugraha.com/feeds/3547347544181210095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4569063983806787017&amp;postID=3547347544181210095' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default/3547347544181210095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default/3547347544181210095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adrianrnugraha.com/2012/01/belajar-hikmah-kekurangan-dari-adams.html' title='Belajar Hikmah Kekurangan dari Adams Helen Keller'/><author><name>Adrian R. Nugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00903878547457310240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/SeKxt9MufWI/AAAAAAAAAB0/RQLza6MCrOY/S220/260320091640-ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qMx_2At0Iok/TycHHxzXbxI/AAAAAAAAAOk/EuAsoHOJa50/s72-c/adams-helen-keller-copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4569063983806787017.post-216533579759061610</id><published>2010-12-14T18:03:00.000+07:00</published><updated>2010-12-14T18:03:24.813+07:00</updated><title type='text'>Timnas Indonesia dan Naturalisasi Pemain</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/TQdNGF71UdI/AAAAAAAAAFs/FmfgjLKWOgM/s1600/irfan%2Bbachdim.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="198" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/TQdNGF71UdI/AAAAAAAAAFs/FmfgjLKWOgM/s200/irfan%2Bbachdim.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adakah info sepakbola terkini mengenai timnas sepakbola Indonesia yang sedang hot? Mungkin salah satunya adalah tentang pemain naturalisasi. Negara Asia yang sudah bahkan sedang melakukan naturalisasi pemain asing adalah Filipina dan Singapura. Nyaris 80 % pemainannya kebanyakan pemain naturalisasi dari beberapa negara Eropa. Karena itulah tim Singapura dan Filipina sekarang ini merupakan salah satu tim yang disegani di wilayah Asia Tenggara. Bagaimana dengan Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita membicarakan tentang timnas garuda, kita bisa lihat beberapa negara Asia lainnya yang jarang atau bahkan tidak menggunakan naturalisasi pemain, tetapi prestasi yang ditorehkan sangatlah membanggakan. Adalah Thailand, negara gajah putih ini sangat menonjol prestasi persepakbolaannya di Asia Tenggara. Seluruh pemain-pemaian timnasnya memakai pemain local dengan bakat-bakat yang tidak bisa diragukan lagi. Apalagi sekarang ini ditangani oleh pelatih asing, Bryan Robson, yang dikenal sebagai mantan pemain Manchester United. Tambah lengkaplah tim gajah putih ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan Timnas Thailand sangat dipengaruh oleh iklim permainan di liga Inggris.  Beberapa pemain Thailand seperti Kiatisuk Senamuang (Huddersfield) dan Teerathep Winothai (Crystal Palace) pun pernah mencicipi kerasnya permainan yang terjadi di liga Inggris. Perdana Menteri dari negeri Gajah putih, Thaksin Sinawatra,  ini pun merasakan kursi panas seorang pemilik salah satu klub ternama di Kota Manchester, Manchester City.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Timnas Garuda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita coba tengok timnas kesayangan kita. Sebenarnya bibit-bibit prestasi pemain sepakbola kita sudah mulai bermunculan sekarang ini. Menurut info sepakbola terkini, beberapa young guns Indonesia berprestasi di beberapa ajang sepakbola Eropa. Sebut saja Hanif Sjahbandi, yang pernah berlatih di camp milik The Reds Devils alias Manchester United. Ia juga sudah sangat merasakan bagaimana indahnya rumput Old Trafford yang terkenal itu.  Ia terpilih dari beberapa ribu pemuda Indonesia yang ambil bagian dalam ajang AFC U-13 Festival of Football di Malaysia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini, ada info sepakbola terkini berupa beberapa pemain muda timnas Indonesia telah berhasil menjadi juara di sebuah camp yang diadakan oleh klub AC Milan dalam upaya mencari bibit-bibit baru dalam sepakbola. Peristiwa ini seakan membukakan mata dunia, bahwa negara Indonesia mempunyai bibit-bibit prestasi yang siap ditunjukkan. Nah, sekarang tinggal sikap yang akan diambil dari PSSI-nya itu sendiri. Naturalisasi pemain seperti menjadi kebijakan tersendiri yang diambil PSSI untuk memompa timnas Indonesia untuk ke depannya nanti.  Pemain yang akan dinaturalisasi PSSI di antaranya Rafael Guilermo, John van Beukering, Sergio van Djik dan Irfan Bacdhim yang merupakan pemain sepakbola keturunan Belanda. Khusus Irfan Bacdhim sekarang ini sudah sah menjadi pemain naturalisasi. Ada lagi pemain asing yang sudah dinaturalisasi yang sedang mengecap liga Indonesia Super League dan menjadi pemain klub Persib Bandung, yaitu Christian Gonzales. Padahal sebenarnya, Gonzales sudah lama memohon untuk menjadi WNI dan ikut dalam timnas kepada PSSI atas inisiatif sendiri. Diharapkan juga timnas kita bisa berprestasi dalam ajang-ajang sepakbola Asia bahkan dunia. Bravo sepakbola Indonesia! (sumber:annaahira.con)&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/TQdM3XuBYfI/AAAAAAAAAFk/DR6YcZFt3X0/s1600/Timnas-Indonesia-AFF-2010-800.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="198" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/TQdM3XuBYfI/AAAAAAAAAFk/DR6YcZFt3X0/s320/Timnas-Indonesia-AFF-2010-800.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4569063983806787017-216533579759061610?l=www.adrianrnugraha.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adrianrnugraha.com/feeds/216533579759061610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4569063983806787017&amp;postID=216533579759061610' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default/216533579759061610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default/216533579759061610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adrianrnugraha.com/2010/12/timnas-indonesia-dan-naturalisasi.html' title='Timnas Indonesia dan Naturalisasi Pemain'/><author><name>Adrian R. Nugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00903878547457310240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/SeKxt9MufWI/AAAAAAAAAB0/RQLza6MCrOY/S220/260320091640-ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/TQdNGF71UdI/AAAAAAAAAFs/FmfgjLKWOgM/s72-c/irfan%2Bbachdim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4569063983806787017.post-3757568616971036171</id><published>2010-10-02T08:59:00.000+07:00</published><updated>2010-10-02T09:05:27.511+07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Ruh Puisi Yang Telah Mati (“Dead Poets Society”, N.H. Kleinbaum)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/TKaTQb3hMuI/AAAAAAAAAEs/XvuA9trDcO8/s1600/34700_1659058200116_1346987190_31768540_3783370_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/TKaTQb3hMuI/AAAAAAAAAEs/XvuA9trDcO8/s320/34700_1659058200116_1346987190_31768540_3783370_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523263903584301794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; ... Aku ingin hidup penuh makna dan mengisap semua sumsum kehidupan. Untuk mengusir semua yang tidak hidup, jika tidak, jika mati aku tahu bahwa aku tidak pernah hidup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Apa yang terbersit dalam benak Anda saat membaca puisi di atas? Dan pernahkah Anda bertanya pada hati jika ternyata selama kita hidup, tak ada sesuatu pun yang bermakna hingga kehidupan kita sirna? Dahsyat. Setidaknya itu yang pertama kali muncul dalam benak saya ketika membaca ungkapan bijak tersebut. Penggalan puisi karya Henry David Thorea di atas banyak menyiratkan sesuatu yang mendalam tentang kehidupan dan memberikan inspirasi untuk menjalaninya. Keinginan untuk hidup dengan bebas dan tidak terkungkung dalam suatu “kotak” yang membelenggu. Daripada hidup terbelenggu lebih baik, pergi meninggalkan dunia selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Apa artinya hidup jika kita tidak pernah merasakan ‘hidup itu apa?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pernahkah Anda mendengar cerita tentang  seekor belalang yang telah lama terkurung dalam sebuah kotak? Suatu hari belalang tersebut akhirnya bisa keluar dari dalam kotak dan dengan gembira melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan ia bertemu dengan belalang lain. Namun, ia terkejut kenapa belalang lain yang tidak hidup dalam kotak loncatan bisa lebih tinggi dan lebih jauh ketimbang dirinya. Saat itulah ia tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tak heran. Jika puisi memang genre dari karya sastra imajinatif sangatlah kental dengan nuansa romantis, kehidupan, keindahan, dan ungkapan jiwa. Dalam puisi, hakikat kehidupan dan keindahan menyatu padu dan saling membelit. Puisi bukan hanya sekadar ungkapan jiwa dan perasaan, tapi seluruh sumsum kehidupan yang mengakar kuat di dalamnya.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Berminat menjadi penyair? Paling tidak, untuk menjadi seorang penyair harus mempunyai daya empati yang dahsyat. Penyair menyadari akan eksistensi kehadirannya di dunia sebagai seorang pribadi yang mengalami kehidupan jasmani dan rohani, mempunyai sikap moral yang membedakannya dengan makhluk lain. Ia pun mempunyai kepekaan terhadap rangsangan sekitarnya dan mampu menerjemahkan kembali kesan yang dialaminya dan rangsangan-rangsangan yang diterima dan diekspresikan melalui proses pemilihan kata-kata yang tepat, warna bunyi yang sesuai dengan suasana. Bagi penyair, bahasa ataupun kata-kata merupakan alat yang paling komunikatif baginya untuk menggoreskan getaran pikiran dan gejolak perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tahukah Anda dengan film Dead Poets Society? Nah, N.H. Kleinbaum mencoba menulis kembali film tersebut ke dalam  bentuk novel dengan sangat hati-hati. Tidak ada suatu peristiwa yang ada dalam film luput dari pengamatannya. Malah dalam novelnya ini pemaparan peristiwa, situasi, karakter tokoh, dan tokoh-tokoh yang ada terasa lebih lengkap. Eksplorasi imajinasi penulis dalam novel sangat besar sehingga cerita yang terdapat dalam novel terasa lebih kental dan detail. Kita terkadang suka membandingkan alur cerita dalam suatu novel yang kemudian di angkat dalam layar lebar atau sebaliknya, sebagian besar lebih menyukai alur cerita dalam novel karena terasa lebih padat dan mengasyikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Masuknya kembali siswa-siswa sekolah Akademi Welton setelah merasakan liburan musim panas yang panjang merupakan awal dari cerita. Akademi ini memang dikhususkan untuk siswa laki-laki lengkap dengan asramanya yang terletak di salah satu sudut kota di negara Amerika Serikat. Adalah Neil Perry, Charles Dalton, Knox Overstreet, Todd Anderson calon siswa-siswa teladan dari akademi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tradisi, kehormatan, disiplin, dan kesempurnaan, beberapa semboyan akademi ini yang patut di taati oleh siswanya. Sebenarnya hal ini menjadi sesuatu yang membosankan bagi Neil, Dalton, Meeks, Knox, dan yang lainnya ketika tinggal di sekolah ini. Sesuatu yang dianggap hanya sebuah klise dari “muka” sekolah yang ingin menjadi terbaik di mata masyarakat sekitar. Mereka ingin memberontak, tapi tidak bisa. Karena harus memperhitungkan resiko keluar dari sekolah dan perasaan orang tua yang ingin anaknya sukses di akademi ini. Mereka pendam hal itu sampai saatnya nanti. Sampai saatnya, John Keating, guru bahasa Inggris baru lulusan Welton beberapa tahun sebelumnya menggantikan Tuan Portius yang telah pensiun, yang akan membawa pembebasan pemikiran para siswa tadi yang telah lama terpenjara. Keating seakan membawa pembaharuan dalam hal mengajar, di saat para guru lain yang mengajar secara “klasik” berceloteh dengan teori dan memberikan tugas yang begitu menumpuk. Strategi mengajar Keating yang begitu unik, membuat beberapa kesan pertama bagi beberapa siswa Welton merasa aneh dan menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Oh Capten, My Capten”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Itulah cara perkenalan unik yang dilakukan oleh Keating. Judul puisi karya Walt Whitman yang ditujukan sebagai penghormatan kepada Abraham Lincon. Suatu sentuhan pertama yang dicoba untuk mengajarkan tentang puisi. Keating  yang sangat menentang teori mengenai puisi, sampai menyuruh siswa merobek buku teori yang ada walaupun teori tersebut yang berasal dari seorang profesor. “Omong kosong itu semua”, ujar Keating dalam menentang teori puisi tersebut. “Ini adalah peperangan teman-teman, korbannya mungkin hati dan jiwamu. Pasukan akademisi maju menyerang, mengukur puisi. Kita tidak bisa menerima itu.”  sambung Keating sambil membawa kotak sampah berkeliling di kelas dan menyuruh membuang robekan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Pergilah teori Tn. Pritchard. Kalian akan belajar berpikir untuk diri kalian sendiri. Kalian akan belajar menyelamatkan kata-kata dan bahasa. Apa pun yang dikatakan orang-orang, kata-kata dan bahasa bisa mengubah dunia. Kita membaca dan menulis puisi, karena puisi itu bagus. Kita membaca dan menulis puisi karena kita anggota umat manusia ....” Itulah sebagian kata-kata Keating yang memancing emosi jiwa siswanya, sehingga sedikit demi sedikit beranjak naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Ada pendapat yang pro dan kontra mengenai mempelajari sastra yang berdasarkan teori dan yang berdasarkan imajinasi. Sastra yang berdasarkan teori terpaku pada aturan-aturan yang ada, sehingga seakan mengekang pemikiran dari penulis atau penyair. Ini biasanya terjadi pada kalangan akademik dalam mempelajari sastra. Sedangkan sastra yang berdasarkan imajinasi, bebas bereksplorasi dengan daya pemikiran yang tinggi dalam bersastra. Semua ini bergantung pada orang yang memahami dari berbagai sudut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Carpe diem. Seize the Day. Raihlah kesempatan. Semboyan ini seolah akan menggantikan semboyan akademi yang begitu “beku” rasanya. Prinsip ini pula yang kemudian tertanam pada Neil, Dalton, Knox, Meeks, serta yang lainnya ketika menemukan suatu komunitas, Dead Poets Society, yang pernah muncul di sekolah ini, meskipun masih secara gerilyawan. Ternyata komunitas ini pernah diusung oleh Keating, guru bahasa Inggris mereka sendiri yang akhirnya tersentuh oleh cara pengajarannya mengenai sastra. Setelah diselidiki oleh siswa-siswa ini, komunitas ini menjadi komunitas yang terlarang oleh sekolah karena dianggap liar dan membahayakan. Karena liar dan membahayakan itulah, mereka malah berinisiatif untuk membentuk kembali komunitas ini. Akhirnya komunitas ini pun terbentuk kembali yang dipimpin oleh Neil Perry. Sampai akhirnya komunitas ini pun hancur kembali, karena ada kecerobohan salah satu anggotanya sampai diketahui oleh pihak sekolah dan juga ada yang berkhianat. Tragis sekali melihat kehancuran komunitas tersebut untuk kedua kalinya, sampai-sampai sang ketua meninggal bunuh diri karena jiwanya yang tidak kuat untuk memberontak akan aturan yang ada.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Banyak hal dan peristiwa yang mewarnai cerita ini. Kisah Knox yang ingin mendapatkan cinta dari seorang gadis cantik dengan perjuangan puisi-puisinya. Dalton yang menjadi “liar” pemikirannya sampai harus dikeluarkan dari sekolah. Pengkhianatan salah satu anggota Dead Poets Society, Cameron, dengan alasan harus menghargai kode kehormatan sekolah, ketika guru bertanya dia harus menjawabnya dengan jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Neil Perry dengan perjuangannya ingin bermain teater dan ditentang keras oleh ayahnya, sampai akhirnya ia pun menembak dirinya dengan pistol ayahnya sendiri, dan banyak peristiswa lainnya yang sarat dengan makna. Pembebasan pikiran mereka yang akhirnya harus menyedihkan. Keating pun akhirnya dipecat dari sekolah, karena dianggap kambing hitam dari semuanya ini. Ending ceritanya pun cukup mengena di hati, sebagai penghormatan terakhir kepada Keating, Todd Anderson nekat naik ke meja belajarnya walaupun Pak Nolan sang kepala sekolah yang sedang mengajar tidak digubrisnya sambil mengatakan, “Oh Capten, My Capten”. Hal ini diikuti juga oleh yang lainnya, sehingga Pak Nolan kewalahan menghadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kemandirian N.H. Kleinbaum dalam mengemasnya nyaris sempurna ke bentuk novel dari film tentang sastra yang dahsyat. Tetapi, hal ini sepertinya bukan merupakan suatu karya yang original dari seorang penulis. Penulis di sini hanya dituntut bereksplorasi sedikit dari suatu cerita yang telah ada dan ditulis oleh penulis lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Jika kita menoleh pada sejarah Indonesia sebelum merdeka, di mana bangsa masih terjajah oleh Belanda dan Jepang, banyak penyair-penyair yang menuangkan pemberontakannya melalui puisi. Hal ini dikarenakan kesadaran mereka untuk segera bebas dan lepas dari dunia jajahan. Kaum terpelajar Indonesia yang mengenyam pendidikan barat dan menguasai bahasa Belanda pada masa itu, dapat membaca buku para pengarang Belanda yang membela hak kemerdekaan bangsa pribumi. Salah satunya adalah Edward Douwes Dekker (1820-1887). Buah tangannya yang berjudul Max Havelaar sangat besar pengaruhnya dalam membangkitkan kesadaran kebangsaan dan keinginan merdeka bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Hal ini pula yang memotivasi para pemuda bangsa untuk membebaskan diri dari keterjajahan. Pada tahun 1920 Muh. Yamin membuat puisi berjudul “Tanah Air”, puisinya ini merupakan lirik pujaan terhadap tanah airnya yaitu Sumatera. Tetapi kenyataan yang dilihatnya sehari-hari menyatakan bahwa tanah airnya yang mulia dan kaya raya ternyata tidak merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Penyair sejaman dengan Muh. Yamin adalah Roestam Effendi yang sadar akan tugasnya untuk berjuang bagi kemerdekaan tanah airnya. Puisinya yang berjudul ‘Mengeluh’, menggambarkan kegelisahannya melihat bangsa Indonesia yang berada dalam cengkraman penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada masa penjajahan Jepang prosa dan puisi banyak ditulis. Kondisi perang dan penderitaan lahir batin karena dijajah telah mematangkan jiwa bangsa Indonesia. Dan saat itu bisa dikatakan pula bahwa bahasa Indonesia mengalami pematangan. Ini terlihat pada puisi-puisinya Chairil Anwar dan puisi Idrus. Puisi Chairil Anwar yang terkenal adalah ‘Aku’, menggambarkan semangat hidupnya yang bersifat individualistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Puisi-puisi yang ditulis penyair-penyair pada masa penjajahan sangat mempengaruhi para pemuda yang ingin membebaskan diri dari penjajahan fisik dan mental. Disinilah, kekuatan ruh puisi muncul. Ada dan mengakar pada jiwa dalam membangkitkan makna hidup yang sesungguhnya. Memotivasinya untuk lepas dari keterkekangan materi yang menghimpitnya, tidak diperbudak, dan tidak memperbudakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Namun sangat disayangkan, kekuatan ruh puisi karya Henry David Thorea malah menjebak tokoh Neil Perry ke dalam alam pemikiran yang buntu. Bunuh diri adalah jalan terbaik untuk mengakhiri hidup agar terbebas dari keterikatan dan ketertindasan idealismenya. Hal ini justru berbanding terbalik dengan kekuatan ruh puisi yang hakiki, artinya dapat memberikan kontribusi yang besar berupa semangat untuk menjalani kehidupan, bukan untuk mengakhirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Berbeda halnya dengan para pejuang dulu, puisi yang menyeret mereka untuk mempertahankan hidup mampu mengalahkan penjajahan kepada pintu gerbang kemerdekaan. Tidak membiarkan dirinya mati begitu saja. Karena dengan cara itulah, kita dapat menghirup semua sumsum kehidupan dan menghisapnya. Yang harus dibunuh bukanlah berupa materi, namun pola pemikiran yang salah dalam mengartikan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar pernah mengalami hal yang sama dengan cerita di atas. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman, tradisi, dan kebiasaan bisa membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita. Tahukah, bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dengan seutas tali yang terikat pada sebilah pancang kecil. Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kakinya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil. Sebagai manusia kita berkemampuan untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Bukankah demikian?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4569063983806787017-3757568616971036171?l=www.adrianrnugraha.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adrianrnugraha.com/feeds/3757568616971036171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4569063983806787017&amp;postID=3757568616971036171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default/3757568616971036171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default/3757568616971036171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adrianrnugraha.com/2010/10/kekuatan-ruh-puisi-yang-telah-mati-dead.html' title='Kekuatan Ruh Puisi Yang Telah Mati (“Dead Poets Society”, N.H. Kleinbaum)'/><author><name>Adrian R. Nugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00903878547457310240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/SeKxt9MufWI/AAAAAAAAAB0/RQLza6MCrOY/S220/260320091640-ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/TKaTQb3hMuI/AAAAAAAAAEs/XvuA9trDcO8/s72-c/34700_1659058200116_1346987190_31768540_3783370_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4569063983806787017.post-3502427023234435992</id><published>2010-02-11T23:09:00.001+07:00</published><updated>2010-02-13T22:21:12.041+07:00</updated><title type='text'>Bunda, mandikan aku dulu....</title><content type='html'>Rasa puas pada manusia memanglah jarang. Rasa puas ini hanya berhenti sejenak, sebelum kemudian mencari keinginan yang paling tinggi. Memang, seringkali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya. Simak kisah berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/S3Qsc5MN5YI/AAAAAAAAAD8/pEfH1N6oy1M/s1600-h/anak-melamun.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 108px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/S3Qsc5MN5YI/AAAAAAAAAD8/pEfH1N6oy1M/s320/anak-melamun.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437019525043053954" /&gt;&lt;/a&gt; R, sebut saja begitu namanya. seorang teman kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, R termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, R mendapat pendamping yang 'selevel'; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika R diangkat sebagai staf diplomat,bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah "alif" dan huruf terakhir "ya", jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan R semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setulusnya saya pernah bertanya, "Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal?" Dengan sigap R menjawab, "Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!" Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. R tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu,tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti." Begitu selalu nenek Alif, ibunya R, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Alif berusia 3 tahun, R bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini "memahami" orang tuanya. Buktinya, kata R, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, tutur R, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria.&lt;br /&gt;Maka, R menyapanya "malaikat kecilku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, menjelang R berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak&lt;br /&gt;dimandikan baby sitter. "Alif ingin Bunda mandikan," ujarnya penuh harap.&lt;br /&gt;Karuan saja R, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar.&lt;br /&gt;Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan&lt;br /&gt;mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut,&lt;br /&gt;meski wajahnya cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. "Bunda, mandikan aku!" kian&lt;br /&gt;lama suara Alif penuh tekanan. Toh, R dan suaminya berpikir, mungkin itu&lt;br /&gt;karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta&lt;br /&gt;perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. "Bu&lt;br /&gt;dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency."&lt;br /&gt;Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia&lt;br /&gt;shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah&lt;br /&gt;memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, R&lt;br /&gt;memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan siang itu, janji R terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring&lt;br /&gt;kaku. "Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif," ucapnya lirih, di tengah&lt;br /&gt;jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan R menyingkir dari sampingnya,&lt;br /&gt;berusaha menyembunyikan tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri&lt;br /&gt;mematung di sisi pusara. Berkali-kali R, sahabatku yang tegar itu,&lt;br /&gt;berkata, "Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di&lt;br /&gt;seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?" Saya diam&lt;br /&gt;saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya R memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya&lt;br /&gt;mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. "Ini konsekuensi sebuah pilihan," lanjut R, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin&lt;br /&gt;senja meniupkan aroma bunga kamboja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba R berlutut. "Aku ibunyaaa!" serunya histeris, lantas tergugu&lt;br /&gt;hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan R menangis, lebih-lebih&lt;br /&gt;tangisan yang meledak. "Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri&lt;br /&gt;kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..." R merintih&lt;br /&gt;mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menabrak pusara dan tertelungkup di atasnya.&lt;br /&gt;Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin&lt;br /&gt;tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat. Sering kali orang sibuk 'di luaran', asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu 'nanti' buat mereka jadi abaikan saja dulu. Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih&lt;br /&gt;sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti&lt;br /&gt;karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada. Syukurilah apa yang ada.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4569063983806787017-3502427023234435992?l=www.adrianrnugraha.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adrianrnugraha.com/feeds/3502427023234435992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4569063983806787017&amp;postID=3502427023234435992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default/3502427023234435992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default/3502427023234435992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adrianrnugraha.com/2010/02/bunda-mandikan-aku-dulu.html' title='Bunda, mandikan aku dulu....'/><author><name>Adrian R. Nugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00903878547457310240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/SeKxt9MufWI/AAAAAAAAAB0/RQLza6MCrOY/S220/260320091640-ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/S3Qsc5MN5YI/AAAAAAAAAD8/pEfH1N6oy1M/s72-c/anak-melamun.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4569063983806787017.post-8747363953118467901</id><published>2010-01-08T16:38:00.000+07:00</published><updated>2010-01-08T16:42:29.815+07:00</updated><title type='text'>Patut dijadikan anutan nih, biar bahagia dunia akhirat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/S0b97rdVNcI/AAAAAAAAADo/Zllq1ZYTZkU/s1600-h/pak+eko.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 272px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/S0b97rdVNcI/AAAAAAAAADo/Zllq1ZYTZkU/s320/pak+eko.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424302002934199746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya-- karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing-- Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu 'agar semua anaknya dapat berhasil'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu." Sambil air mata si sulung berlinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Anak-anakku...Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit." Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa....disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit...” Sambil menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya..."BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear my friends, that's a true story from someone who taugh me about the important of investment three years ago. I wish i could be someone like him...to give all attention to family..i believe family is our precious thing..more than money or gold.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4569063983806787017-8747363953118467901?l=www.adrianrnugraha.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adrianrnugraha.com/feeds/8747363953118467901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4569063983806787017&amp;postID=8747363953118467901' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default/8747363953118467901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default/8747363953118467901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adrianrnugraha.com/2010/01/patut-dijadikan-anutan-nih-biar-bahagia.html' title='Patut dijadikan anutan nih, biar bahagia dunia akhirat'/><author><name>Adrian R. Nugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00903878547457310240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/SeKxt9MufWI/AAAAAAAAAB0/RQLza6MCrOY/S220/260320091640-ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/S0b97rdVNcI/AAAAAAAAADo/Zllq1ZYTZkU/s72-c/pak+eko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4569063983806787017.post-7662413933650244339</id><published>2009-07-22T11:22:00.000+07:00</published><updated>2009-07-22T11:25:24.543+07:00</updated><title type='text'>Story from pencil</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px; "&gt;&lt;p&gt;Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.&lt;br /&gt;"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?"&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,&lt;br /&gt;"Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai."&lt;br /&gt;"Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi.&lt;br /&gt;Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.&lt;br /&gt;"Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si cucu.&lt;br /&gt;Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini."&lt;br /&gt;"Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."&lt;br /&gt;Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.&lt;br /&gt;"Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".&lt;br /&gt;"Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".&lt;br /&gt;"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".&lt;br /&gt;"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".&lt;br /&gt;"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: Anonymous&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4569063983806787017-7662413933650244339?l=www.adrianrnugraha.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.adrianrnugraha.com/feeds/7662413933650244339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4569063983806787017&amp;postID=7662413933650244339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default/7662413933650244339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default/7662413933650244339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adrianrnugraha.com/2009/07/story-from-pencil.html' title='Story from pencil'/><author><name>Adrian R. Nugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00903878547457310240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/SeKxt9MufWI/AAAAAAAAAB0/RQLza6MCrOY/S220/260320091640-ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4569063983806787017.post-9031496701001001138</id><published>2009-01-29T19:27:00.003+07:00</published><updated>2012-01-31T12:03:28.958+07:00</updated><title type='text'>Profil</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-VX_0WvFQ7vs/Tyd2F6oBoDI/AAAAAAAAAO8/elG8OZAp7pE/s1600/foto.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="195" width="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-VX_0WvFQ7vs/Tyd2F6oBoDI/AAAAAAAAAO8/elG8OZAp7pE/s200/foto.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adrian R. Nugraha&lt;br /&gt;Kakak yang satu ini sangat gemar sekali membaca. Tempat favorit yang selalu dikunjungi toko buku. Selain membaca, Kak Adrian sangat gemar menulis. Salah satu kegemaran menulisnya adalah menulis buku-buku sains untuk anak, walaupun sebenarnya Kak Adrian tidak kuliah di bidang sains. Beberapa tulisannya pernah dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat Jawa Barat pada rubrik Tahukah Kalian? Tulisannya mengenai sains pernah juga dibukukan oleh penerbit Three M idea, yaitu seri Ensiklopedia Edu Sains (seri Energi dan Jelajah Dunia).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4569063983806787017-9031496701001001138?l=www.adrianrnugraha.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default/9031496701001001138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4569063983806787017/posts/default/9031496701001001138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.adrianrnugraha.com/2012/01/profil.html' title='Profil'/><author><name>Adrian R. Nugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00903878547457310240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_Zt7UHtQLqSc/SeKxt9MufWI/AAAAAAAAAB0/RQLza6MCrOY/S220/260320091640-ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-VX_0WvFQ7vs/Tyd2F6oBoDI/AAAAAAAAAO8/elG8OZAp7pE/s72-c/foto.jpg' height='72' width='72'/></entry></feed>
