Sabtu, 02 Juni 2018

JNE Dukung Ekonomi Kreatif Kuasai Bisnis Global


Industri kreatif di Indonesia tiap tahun berkembang pesat. Aktivitas ekonomi ini sangat menunjang pemasukkan devisa negara. Seperti sudah diketahui industri kreatif ini bisa disebut dengan sebuah aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan menciptakan atau menggunakan pengetahuan informasi. Indonesia biasa menyebutnya dengan industri budaya atau indutsri kreatif. Terjadinya industri kreatif ini akibat adanya pemanfaatan kreativitas dan pemikiran individu-individu yang ada dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan bisa meningkatkan kesejahteraan sekitarnya.


Karena itulah di Indonesia, industri kreatif tumbuh subur selama beberapa tahun belakang. Industri kreatif ini terdiri dari ukm-ukm daerah yang ternyata mempunyai potensi. Jumlah penduduk yang tinggi sekitar 250 juta merupakan bonus untuk bisa mengembangkan industri kreatif. Dan tahun ini industri kreatif menjadi tren di tengah revolusi industri generasi keempat atau industri 4.0 yang artinya semua ekonomi global akan bergantung pada sektor ini. Bersamaan dengan itu masyarakat global pun bergantung pada teknologi informasi dalam aktvitas sehari-hari yang akhirnya memicu pertumbuhan ekonomi kreatif.

Badan Ekonomi kreatif Indonesia (Bekraf) tahun 2016 mencatat produk ekonomi kreatif Indonesia yang sudah diekspor mengalami peningkatan 3,23 % dari tahun 2015 sekitar US$ 20 miliar. Karena itulah ekonomi kreatif Indonesia diprediksi bisa merajai pasar luar negeri. Untuk urusan logistrik pun harus mendukung percepatan ekspor atau pengiriman produk-produk. Karena itunya, peran pengiriman ekpres seperti JNE sangat dibutuhkan untuk bersinergi menciptakan pertumbuhan ekonomi kreatif agar bisa bersaing secara global.

JNE mengandeng Bisnis Indonesia mengadakan sebuah acara diskusi mini bertajuk Logistik Zaman Now: Bersaing secara global dengan Industri Kreatif ke beberapa kota dan salah salah satunya Bandung. Bandung yang dikenal juga sebagai smart city denganberagam industri kreatif yang ada. Bertempat di Hotel Mecure Bandung menghadirkan pembicara-pembicara ahli di bidangnya seperti Bpk. Setijadi (Chairman Supply Chain Indonesia), bpk. Agung Suryamal (Kadin Jawa Barat), Bpk. Slamet Aji Pamungkas (Bekraf), Bpk. Eri Palgunadi (VP of Marketing JNE) dan pelaku industri kreatif Mbak Rimma Bawazier (Entrepreneur Fashion) dengan moderator Mas Hendra Wibawa, Redaktur Bisnis Indonesia.

Narasumber mini talkshow JNE Keren
Acara dibuka langsung oleh Ibu Hasmeliyani Suseno, Deputy GM JNE Wilayah 1 yang langsung menyoroti tentang ekonomi global yang sudah merambah Indonesia dengan serbuan produk-produk luar sehingga menjadi tantangan bagi pelaku industri kreatif khususnya UKM milenial saat ini. Diskusi berjalan sangat menarik sekali dengan membahas bagaimana mengatasi serbuan produk-produk fashion luar negeri khususnya Cina dengan harganya yang murah, masalah perizinan industri kreatif yang seringkali ribet, mekanisme pasar industri kreatiif, kreativitas anak bangsa seperti animasi yang sering terbentur permintaan pasar agar bisa tayang di tv nasional, dan masalah logistik atau pengiriman produk lokal yang berpotensi ekspor yang masih ada kendala.

Ibu Hasmeliyani Suseno, Deputy GM JNE Wilayah 1

Photo sesion di akhir acara

Penyerahan cendera mata ke narasumber

Mbak Rimma Bawazier dan Ibu Hasmeliyani Suseno
Intinya semua elemen yang berkaitan dengan industri kreatif ini termasuk pemerintah harus bersinergi dan mendukung satu sama lainnya agar pertumbuhan industri kreatif secara maksimal. Ke depannya juga Indonesia menargetkan menjadi pusat busana muslim dunia, karena banyaknya respon postif dari konsumen luar negeri.

Bagikan

Jangan lewatkan

JNE Dukung Ekonomi Kreatif Kuasai Bisnis Global
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.