Sabtu, 16 Desember 2017

Jangan Kau Koyak Benderaku Lagi

SARA. Isu inilah yang sedang menghangat di negeri kita tercinta ini, Indonesia. Tidak respect satu sama lainnya, sudah biasa terjadi. Saling ‘menyerang’ satu kelompok dengan kelompok lain seakan lumrah di zaman now. Merasa paling benar dengan idolanya, seakan menutup mata hatinya untuk tidak menghina. Padahal Indonesia mempunyai semboyan, berbeda tapi tetap satu jua.

alt adrianrnugraha.com

Mencoba flashback ke beberapa tahun belakang, atau mungkin beberapa dekade belakang. Harmoni dan kekeluargaan warga di Indonesia sangat terpelihara. Menghormati ibadah satu agama oleh agama lain, sangat di utamakan. Saling menghargai juga menjadi mindset, setiap warga saat itu. Moral bangsa tetap terjaga.

Apakah ini pengaruh karena dihapuskannya pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dari sekolah-sekolah? Selain mata pelajaran PMP, ada juga kegiatan penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) yang mendukung dan menjaga agar moral bangsa tetap terjaga baik. Nah, setelah dua hal tadi dihapuskan, moral bangsa kini semakin hari semakin bobrok adanya. Karena setidaknya, dengan dua hal tadi juga, kita sering diingatkan untuk selalu menjaga dan menghormati sesama walaupun beda.

Apakah ada peran pemerintah untuk mengatasi semua ini, yang mungkin salah satunya menggerakkan kembali P4 dan mata pelajaran PMP? Untuk menyelamatkan moral bangsa ini, untuk ‘menjahit’ kembali bendera yang sudah koyak ini.

MPR RI yang dikomandoi Pak Zul Hasan dan seluruh jajarannya, sedang berjuang mengembalikan moral bangsa ini yang sedang terkoyak-koyak. Seminar-seminar dan gathering bertemu dengan netizen-netizen di seluruh Indonesia sedang digalakkan. Salah satunya kemarin hari Senin, tanggal 11 Desember 2017, MPR RI bekerja sama dengan dengan BloggerBDG untuk melakukan Gathering Netizen MPR dengan tema Ngobrol Bareng MPR RI. Acara yang langsung dihadiri Pak Zul Hasan dan Pak Ma’ruf membuat kesempatan ini tidak disia-siakan oleh netizen yang ada di Bandung dengan ditandai banyaknya peserta yang hadir.

Curhatan Netizen  
Ngobrol santai dengan Pak Zul Hasan kali ini tidak dibuang percuma oleh netizen dan blogger bandung yang hadir, dengan banyaknya curhatan-curhatan yang keluar dan siap di dengar beliau. Mulai dari persoalan rumah tangga sehari-hari seperti masalah gas 3 kg, sampah, politik perkawanan, pilkada, pajak royalti buku, pembajakan/plagiat buku, e-ktp dan Setya Novanto, serta isu yang lagi hangat-hangatnya tentang SARA, yaitu diusirnya ustad Somad di Bali.

alt adrianrnugraha.com
Suasana Ngobrol Santai Gathering Netizen MPR dan BloggerBDG 
Semua ini ditampung dan dijawab oleh Pak Zul Hasan dengan santai sambil sesekali menyerukan netizen dan blogger untuk membantu dan berinisiatif mengadakan perubahan moral bangsa mulai dari diri sendiri. Karena netizen dan blogger mempunyai andil besar dalam melakukan perubahan peradaban. Netizen dan blogger diharapkan bisa menyebarkan informasi-informasi yang positif dan meluruskan info-info yang menyesatkan atau hoax yang bisa menghancurkan persatuan bangsa. “Karena sekarang ini merah putih kita mulai terkoyak-koyak,” ujar Pak Zul Hasan. Memang memprihatinkan dan sedih dengan keadaan seperti ini.

Pak Zul Hasan, juga bercerita tentang kunjungannya ke negara Skandinavia, yang dulu terkenal dengan ‘Viking’-nya. Di sana moral masyarakatnya sangat menjunjung tinggi kejujuran. Salah satu contohnya, ketika menemukan handphone di jalan, mereka merasa malu jika belum tahu siapa yang mempunyai hp ini. Karena itu, mereka segera mencari tahu siapa pemilik hp ini untuk mengembalikannya. Berbeda dengan di sini, jika menemukan hp orang lain, sebagian besar beranggapan hp ini menjadi rezeki buat sendiri. Jadi ya dipake aja buat sendiri. Menyedihkan memang. Karena itulah di negara Skandinavia tersebut, seluruh jajaran pemerintahnya jujur dalam melakukan tugasnya dan tidak berani korupsi, kolusi, dan sejenisnya. Bahkan di sana tidak ada yang namanya badan KPK untuk mengawasi.

Dukungan Untuk MPR RI

Tanggung jawab dan tugas MPR RI memang sangat berat adanya untuk mengangkat moral bangsa yang sudah terkoyak-koyak ini. Tapi dengan ada dukungan dari netizen, maka segala perubahan yang sudah direncanakan bukan tidak mungkin bisa dijalankan dengan baik. Sebagai netizen kita harus membantu pemerintah untuk mengatasi persoalan bangsa yang ada, tidak hanya berdiam diri dan hanya bisa berkomentar saja seperti menyalahkan pemerintah karena tidak becus. Mudah-mudah MPR RI segera meluncurkan program-program nyata dalam mengembalikan moral bangsa seperti mata pelajaran PMP atau metode P4 yang bisa digalakkan lagi dalam bentuk atau format berbeda yang bisa diterima dan dipahami oleh masyarakat luas. 

Wefie bareng Pak Zul Hasan (Ketua MPR RI) dan Pak Ma'ruf (Sekjen MPR RI)
Bravo buat Pak Zul Hasan dan jajarannya, semoga MPR RI bisa terus bertahan dalam menjaga stabilitas moral negara Indonesia, sehingga tidak ada lagi orang yang berani mengoyak-ngoyak merah putih ini!

Bagikan

Jangan lewatkan

Jangan Kau Koyak Benderaku Lagi
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

3 comments

Tulis comments