Minggu, 23 Juli 2017

Etika dan Personal Branding Dalam Berinternet

Mencari informasi di internet sudah menjadi kebutuhan dasar oleh banyak orang. Dengan adanya ‘mbah’ Google, semua yang ingin diketahui dengan cepat tersaji di depan mata. Tidak perlu repot lagi datang ke tempat-tempat khusus yang menyediakan informasi yang dibutuhkan. Semua ada di internet. Dulu, internet merupakan ‘barang’ langka yang tidak mudah didapatkan semua orang. Koneksi yang lemot ditambah dengan harus merogoh kocek yang dalam agar bisa menikmati internet.

Sekarang ini, mudah sekali untuk bisa berselancar di dunia internet. Dengan koneksi lumayan lancar dan harga yang bersahabat. Awalnya, memang internet ini digunakan selain mencari info yang diinginkan juga bisa dipakai untuk saling bersilahturahmi dengan teman lama atau baru. Media sosial Friendster, salah satu contohnya. Kemudian datanglah facebook, twitter, instagram dan lainnya menambah keseruan silahturahmi tadi. Banyak hal yang positif inilah internet dan media makin banyak penggunannya. Menurut survei APJII tahun 2016, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 132,7 juta orang.

Tapi, lama kelamaan, makin ke sini, internet dan media sosial menjadi sarana yang ‘berbahaya’ bagi silahturahmi tadi. Internet menjadi sarana informasi hoax, caci maki, saling menjatuhkan dan lainnya, bahkan ada yang putus silahturahmi karenanya. Miris memang.


Hal inilah yang harus diperhatikan kita sebagai pengguna internet atau bisa disebut warganet agar bisa santun ketika berinternet. Hari kamis, 20 Juli 2017, bertempat di Prime Park Hotel, Jalan PHH Mustopa Bandung, Diskominfo Kota Bandung bekerja sama dengan Relawan TIK mengundang pengguna internet dan komunitas-komunitas yang ada di kota Bandung mengadakan seminar dan diskusi memanfaatkan internet dengan baik dan beretika. Pembicara yang hadir tentunya sangat berkompeten di bidangnya, antara lain Mas Moch. Latif, ketua relawan TIK Kota Bandung dan Mas Mario Devys, seorang wirausahawan yang sukses dalam bidang Agribisnis.

Dalam berinternet, etika harus diutamakan dalam penggunaannya. Santun ketika berkomunikasi dalam media sosial dan bergaul yang sudah seharusnya, karena kita tidak tahu siapa yang dihadapi. Banyak pengguna internet itu anonymouse, yang memiliki pengertian identitasnya tidak jelas. Jadi, selalu berhati-hati ketika berkomunikasi. Menurut Mas Moch. Latif, ada beberapa etika yang bisa diterapkan ketika menggunakan internet, khususnya berkomunikasi baik email atau chat menggunakan media sosial:

Mas Moch. Latif
  • Jangan terlalu banyak mengutip. Balas pesan dengan isi yang relevan saja, karena pesan yang panjang akan memakan file besar dan loading yang lama
  • Perlakuan e-mail secara pribadi Jika teman mengirim informasi atau gagasan secara pribadi, jangan menjawabnya di forum umum
  • Hati-hati dalam penggunaan huruf kapital.Gunakan huruf kapital sewajarnya, pesan dengan huruf kapital semua mencerminkan jika kita sedang emosi, marah, atau sedang berteriak
  • Jangan membicarakan orang lain.Jangan pernah, apalagi tentang kejelekannya.
  • Berhati-hati terhadap apa yang ditulis, karena bisa jadi tulisan atau pesan kita di forward kembali kepada orang lain. 
  • Jangan menggunakan CC Jika ingin mengirim pesan kepada sejumlah orang misal di mailing list, maka jangan mencantumkan alamat nama-nama email itu pada kolom CC, selalu gunakan BCC
Ternyata, selain etika berinternet ini mempunyai dampak positif yang cukup bagus untuk penggunaanya, bisa juga mengangkat brand image personality. Mengangkat brand image atau istilah lainnya personal branding sangat membantu, ketika kita akan melakukan sebuah bisnis atau kerja sama dengan pihak tertentu.
Mas Mario Devys
Menurut Mas Mario Devys, sebuah brand lahir dari pengalaman rasa percaya yang dibuktikan dengan reputasi hingga tertanam  di pikiran orang-orang. Personal branding sendiri merupakan proses untuk membuat kita diketahui dan dipercaya orang lain sesuai  dengan postining yang kita inginkan.

Karena itulah, menggunakan internet dengan memaksimalkan manfaatnya dengan baik akan memberikan feed back yang baik bagi penggunanya. Membangun bisnis dengan menggunakan internet sebagai media promosi sangat mungkin dilakukan dan bisa mendatangkan keuntungan yang bagus. So, mari kita beretika dengan baik ketika berinternet sehingga bisa membentuk personal branding yang baik di mata orang lain.

Bagikan

Jangan lewatkan

Etika dan Personal Branding Dalam Berinternet
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.