Rabu, 24 Mei 2017

Empat Pilar MPR, Empat Sekawan yang Saling Menguatkan

Mempunyai kawan atau sahabat dapat saling melengkapi kekurangan dan kelebihan. Yang satu saling membantu yang lainnya untuk menopang keutuhan persahabatan atau pertemanan. Apalagi, bangsa kita, Indonesia, sangat beragam budaya dan karakter manusia di dalamnya. Nah, inilah yang bisa menjadi dasar saling bersatu padu untuk menjadi bangsa yang kuat. 
Ada contoh yang bisa kita lihat. Jika timnas sepakbola kita sedang bertanding melawan tim dari luar negeri. Stadion pastinya penuh dengan suporter-suporter yang siap mendukung dan memberi semangat timnas. Suporter itu tidak pandang bulu dari suporter dari klub apa dia berasal. Seperti kita tahu, suporter Jakmania selalu bentrok dengan Bobotoh/Viking Persib, baik di dunia maya atau nyata.
Tapi, ketika timnas yang tampil, otomatis rasa ego yang ada disingkirkan demi kompak membela dan menyemangati timnas ketika bertanding.


Makin ke sini, rasa persatuan dan kesatuan bangsa kita, semakin renggang. Satu golongan yang memaksakan kehendak, atau satu golongan yang ingin menang sendiri. Sikap yang tadinya saling menghormati satu sama lain, seakan tergerus oleh kemajuan zaman.

Berkaca dari perhelatan pilkada ibukota yang seakan pemilihan presiden kemarin, semakin menegaskan retaknya persatuan itu. Ejekan, makian, sindir menyindir seakan sudah biasa bertaburan di media sosial. Yang dulu sahabat, jadi musuh. Yang dulu saudara menjadi musuh. Unfollow, unfriend, block, manjadi hal rutin ketika online. Semua karena ego pendapat masing-masing yang berbeda.

Inilah yang ditakutkan, ketika kita sudah tidak memahami dan mengamalkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Empat sekawan ini yang dikenal dengan 4 Pilar. Pilar yang berfungsi sebagai penyokong atau penyangga persatuan dan kesatuan. Adalah MPR, lembaga tinggi negara yang selalu menyerukan 4 Pilar ke seluruh rakyat Indonesia agar tetap di pegang teguh dalam bermasyarakat. MPR juga ikut menyerukan kampanye ini ke pelaku media sosial. Salah satunya kegiatan gathering yang diselenggarakan MPR dengan Blogger Bandung, Sabtu 20 Mei 2017 kemarin. Melalui blogger-blogger inilah, kampanye kembali disebarkan untuk meneguhkan sikap persatuan dan kesatuan bangsa disebarkan lewat media sosial. 

Suasana acara gathering blogger dan MPR
 

Acara ini dihadiri langsung oleh Bpk. Ma'ruf Cahyono, S.H., M.H. yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal MPR. Selain itu, hadir juga Bang Andri, Ibu Siti Fauziah, S.E., M.M Kepala Biro Humas Sekjen MPR, Ibu Raras Kepala Bidang Pemberitaan MPR. Ada yang sedikit unik dari salah satu pembicara tadi, ada yang mirip Sammy Simorangkir, yaitu Bang Sandri, yang sedari muncul membuka acara, ada yang memanggilnya Bang Sammy, bukan Bang Andri. 

Acara dibuka oleh Bang Sandri
Ibu Siti Fauziah, S.E., M.M Kepala Biro Humas Sekjen MPR
Bpk. Ma'ruf Cahyono, S.H., M.H. yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal MPR
Blogger dibutuhkan sebagai cyber army untuk menyampaikan kampanye 4 Pilar MPR RI untuk kembali menyatukan rasa persatuan bangsa. Saling menghormati dan tidak untuk saling mengejek, menghina, hujat di media sosial menjadi poin penting kampanye 4 Pilar MPR. Acara gathering ini sudah berjalan di banyak kota. Sebelum Bandung, MPR sudah menyerukan kampanye 4Pilar ke Solo, Yogyakarta, Jakarta, Semarang, Palembang, dan akan berlanjut ke kota-kota lainnya. Maka itulah, mari kita lebih memahami 4 Pilar MPR ini untuk lebih menebalkan kembali rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan tetap cinta dan bangga sebagai bangsa Indonesia. Ada sebuah momen yang menarik di acara ini, yaitu Bpk. Ma’ruf membacakan puisi yang patut direnungkan dalam hati, semoga bisa menggugah rasa persatuan kita. Inilah puisi itu. 

Masih Indonesiakah kita?
Setelah sekian banyak jatuh bangun
Setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk
Setelah sekian banyak tertimpa dan tertempa
Masihkah kita meletakan harapan di atas kekecewaan?
Persatuan di atas perselisihan
Kejujuran di atas kepentingan
Dan musyawarah di atas amarah
Ataukah keIndonesiaan kita telah pudar dan hanya tinggal slogan dan nama
Jawabnya ini: TIDAK!
Karena mulai kini nilai-nilai itu lahirkan kembali
Kita bumikan dan kita bunyikan dalam setiap jiwa dan raga manusia Indonesia
Dari Sabang sampai Merauke
Kita akan lebih banyak lagi melihat senyum ramah
Gotong royong dan tolong menolong
Kesantunan bukan anjuran, tetapi, kebiasaan
Dan kepedulian menjadi dorongan
Dari terbit hingga terbenamnya matahari
Kita akan melihat orang-orang berpeluh tanpa mengeluh
Berkeringat karena semangat
Bekerja keras karena ibadah
Ketaatan menjadi kesadaran
Dan kejujuran menjadi harga diri dan kehormatan
Wajah mereka adalah wajah Indonesia yang sebenarnya
Tangan mereka adalah tangan Indonesia yang sejahtera.
Dan keluhuran budi mereka adalah keluhuran Indonesia yang sesungguhnya
Hari ini kita gemakan Ini Baru Indonesia!

Bagikan

Jangan lewatkan

Empat Pilar MPR, Empat Sekawan yang Saling Menguatkan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.